Showing posts with label Kumpulan Puisi Cinta. Show all posts
Showing posts with label Kumpulan Puisi Cinta. Show all posts

Tuesday, November 11, 2008

Matahari Ku ( Mossy )

HTML clipboardMatahari Ku…
Terbit mu selalu
Tetapi aku tak disampingmu
Hilang mu indah
Tetapi tak tampak untuk ku

Matahari Ku…
Engkau setia ditempat mu
Tetapi aku berlari
Engkau memberi ku terang
Tetapi aku cari gelap

Matahari Ku…
Pagi mu indah
Seindah setia mu
Sinarmu hangat
Sehangat maaf mu

Matahari Ku…
Beri aku senyum mu
Buat aku tenang
Beri aku ceria mu
Buat aku bahagia
Dan jadilah Matahari Ku

MaAfkan aku Kasih ( Mariyani Marharetta )

HTML clipboard

Semakin dalam kau mencintai seseorang membuatmu kadang tak bisa berpikir jernih..
Membuatmu kadang diliputi kabut kecemburuan..
Membuatmu akan rela berkorban apa saja untuknya..
Membuatmu merasa kau tidak ingin kehilangan dirinya..
Membuatmu kadang merasa tersiksa akan terlalu besarnya cinta yang meliputi hatimu..
Dan maafkan aku atas semua keterbatasanku padamu

KENANGAN ( Nani Komariah )

HTML clipboard

Jauh langkah kau tempuh dalam diam ,
hanya untuk sebuah perjumpaan ,
perhelatan panjang dimasa pencarian
terlepas sudah menghindari makna TEMAN .

Tiada kata...
Hanya pertanda....
Namun tak sadar jua,
Jiwa tlah terbalut CINTA

Isyarat hati terlukis liukan tangan ,
Goresan tinta seolah berkata ,
Kita tak akan lagi berjumpa ,
Membuka tabir maya...
Duka hadir menyayat ,
Hati ingin berontak...

Namun sadar segalanya tiada ,
Waktu tlah jadikan semua KENANGAN .

Ini sebuah cinta ( Aldo Rs )

HTML clipboard

Maukah kau menyambutku dengan kebahagiaanmu yang sempurna?
Bahkan ketika kesunyian bumi yang mulai datang menghampiri, tak menyisakan sesuatu kecuali bias-bias kosong sebuah harapan yang telah berlalu ?
Dan kemudian ketika senyumanmu yang indah, sekan-akan hendak menggantikan keberadaan sang surya yang sudah terus dipuja selama berabad-abad
Apakah itu akan terjadi di sebuah buku berhalaman-halaman suram ini?

Sekedar puaskanlah hatiku dengan pelukan lembutmu yang menguak rahasia-rahasia yang tersimpan rapat di dasar hati
Dengan kehangatan cintamu yang tersisa, atau apakah aku harus memungutinya satu persatu dengan tak berkata apa-apa ?
Membiarkan sebuah kesaksian yang tulus tersaji di pinggir cawan kemenangan, dan mulai dituangkan diatasnya anggur kekejaman yang telah mengendap di guci ketamakan
Sementara mimpi-mimpiku yang telah mengkristal menjadi sebuah bola yang di dalamnya terus dinyanyikan nyanyian kehampaan yang tak berujung
Aku tak ingin sebuah harapan yang masih tersisa ini menjadi pisau yang menari-nari diatas jantungku

Teriris-iris jiwaku yang tak pernah tersisa di dalamnya sebuah cinta yang sudah membakar hebat di dalamnya sebuah ladang gandum yang di setiap butirnya tertulis nama seseorang yang dicintainya
Semua takkan tahu betapa beratnya nama itu di ucapkan dengan mulut ini seakan nama itu adalah sebuah pecahan-pecahan terlupa dari pelengkap kebahagiaan ibu-ibu kita
Akan tetapi, sudah tak terhitung berapa kali nama itu sudah di sebutkan oleh kering kerontangnya padang pasir hati ini, sekan-akan nama itu adalah sebuah mantera pemangil hujan yang mampu menghapuskan kegersangan yang ditimbulkan sejak jiwa ini mengenal dirinya

Setelah semua yang ada itu berjalan dengan sempurna
Maka, maukah kau memeluk diri yang dilanda kemarau hati ini dengan sejuknya hawa musim dingin yang selama ini kau miliki?
Sungguh, aku tak peduli ketika kau tidak menyadari sebuah cerita tentang seluruh dunia yang telah kutinggalkan di belakangku untuk mencari sebuah arti dari cinta sejati yang telah membungkam erat mulut jiwaku untuk menyuarakan kekecewaan kepadaku….